Review Album : Synthetic
20 March 2009
Artis : Kinwie Album : Synthetic Genre : Instrumental Rock Produser : Kinwie Label : Gitaris.com Records Rilis : Maret 2009 Editor Rating (1 - 5) :  ____________________________________________ Ini pertamakalinya Kinwie menghasilkan sebuah album dan Gitaris.com lah yang bergerak sebagai label dari 'album instrumental gitar rock pertama di Indonesia yang dipublikasikan secara luas'. Sebuah album dengan judul Synthetic yang semakin dahsyat karena turut dihadiri oleh dua gitaris rock & metal handal Indonesia. Siapa saja mereka? Ada 11 buah lagu di album ini dengan tema musik yang mayoritas menonjolkan teknik picking yang tegas beserta drive yang membawa kita kembali ke era 80 & 90an. Era dimana seorang gitaris tumbuh dengan mendengarkan musik-musik glam rock dan metal shredder. Semua hal tersebut ia kombinasikan dengan memanfaatkan teknik rekaman digital masa kini yang membuatnya tak perlu menggunakan amplifier untuk menghasilkan sound gitar yang dahsyat seperti karakter yang populer di tahun 90an. Seperti di lagu pembuka Young Passion yang jika ditilik dari judulnya seperti mencerminkan semangat bermain gitar di usia mudanya yang banyak dipengaruhi oleh style dari gitaris shredder seperti Yngwie Malmsteen, Paul Gilbert, Andy Timmons, Jason Becker, dll. Banyak arpeggio-arpeggio yang dipamerkan juga di lagu-lagu berikutnya seperti Di Persimpangan Jalan. Lagu berjudul Perfect Pat(c)h terdengar makin seru karena deru distorsi dari seorang gitaris yang dianggap memiliki sound rock paling gahar di atas bumi pertiwi Indonesia. Siapa lagi kalau bukan Eet Sjahranie. Beat kencang yang mengisi ritme lagu membuat Kinwie dan Eet terpancing untuk mengisinya dengan hujaman nada yang agresif dan sahut-sahutan. Era duet shredder seperti Jason-Marty seolah bangkit kembali. Tak hanya di satu lagu itu saja, namun anda yang besar dengan musik-musik Cacophony akan tersenyum kembali saat mendengar satu lagi bintang tamu yang sudah tak asing namanya dalam dunia komunitas gitaris online, Mayzan, ikut unjuk kebolehan di track This First Love May Ends As The Last. Baik Kinwie dan Mayzan merupakan dua sahabat masa kecil yang tumbuh dan belajar gitar bersama dengan mimpi ingin menghasilkan karya fenomenal seperti duet Cacophony (Jason Becker & Marty Friedman) dan para shredder di tahun 80an. Akhirnya penantian selama puluhan tahun itu mereka tertuntaskan di lagu ini dengan komposisi yang tak kalah brilian dari hero mereka pada masa belia. Di lagu ini juga, dua gitaris yang sama-sama bermain galak di album Gitar Klinik 2 tersebut bermain lebih kalem. Meski diplot sebagai album instrumental gitar rock, namun sejumlah track yang agak pelan dengan konsep balada mampu juga menyegarkan telinga kita dengan pilihan nada-nadanya yang catchy. Lagu-lagu yang mungkin menjadi favorit diantaranya mungkin Spell Me, Trapped Within, A Ballad For Annie part 2, dan Plastic Emotion. Khusus lagu yang disebutkan terakhir merupakan lagu yang spesial. Sebab judul tersebut didapat melalui sumbangan saran dari anggota komunitas Gitaris.com. Awalnya lagu tersebut sempat diberi nama "No Title Yet" karena Kinwie merasa belum menemukan judul yang pas untuk lagunya itu. Setelah banyak menerima masukan, atas sumbangan saran dari anggota yang bernama Prasetyo Utomo, maka dipilihlah judul Plastic Emotion. Untuk urusan setlist Kinwie tak menggunakan pola-pola khusus. Namun lagu dengan beat yang lumayan memacu adrenalin diletakkan di awal setlist. Lalu kemudian sedikit demi sedikit emosi lagu dikurangi hingga klimaks lagi di lagu ke-7, Perfect Pat(c)h. Seperti kebanyakan gitaris yang merilis album instrumental gitar, Kinwie pun menyelipkan satu buah nomor dengan vocal yang diberi judul Ketiadaan. Lahirnya lagu 'bonus' ini muncul ketika ia sedang dalam perjalanan menuju operator rekaman. Tiba-tiba ide lagu tersebut muncul dan segera ia tuangkan begitu mencapai studio. Maka lagu yang dianggap sebagai pemanis tersebut ikut dituangkan di album ini. Mungkin saja melalui lagu ini diharapkan dapat membawa Synthetic masuk ke radio-radio tanah air. Album ini seperti sebuah pertanda bahwa masih ada gitaris shredder angkatan 90 yang berani membuktikan eksistensinya di masa kini. Namun, meski banyak memainkan phrasing yang menarik, tampaknya tak banyak line melodi yang mudah diingat atau nada-nada yang anthemic. Biasanya phrasing yang mudah diingat dan catchy bisa jadi kunci sukses dari sebuah album. Lagu dengan vocal yang biasanya diselipkan untuk mendongkrak penjualan album juga kurang memiliki kekuatan untuk mengangkat nilai dari album ini secara keseluruhan. Namun keberanian Kinwie sebagai pembuka jalan dirintisnya Gitaris.com sebagai label rekaman yang memproduksi album-album instrumental gitar di Indonesia kedepannya sangat patut diacungi jempol. Thread yang membahas Kinwie : http://musisi.com/showthread.php?t=1839 (/diaz) ____________________________________________ Download sampel lagu (tidak lebih dari 1 menit) : 1. Young Passion 2. Di Persimpangan Jalan 3. Beberapa Tahun Lalu 4. Ketiadaan 5. Suffering Object 6. Spell Me 7. Perfect Pat(c)h (feat. Eet Sjahranie) 8. This First Love May Ends As The Last (feat. Mayzan Gitaris.com) 9. Trapped Within 10. A Ballad For Annie, part 2 11. Plastic Emotion ____________________________________________ Album dengan harga Rp. 50.000,- (belum termasuk ongkos kirim) ini bisa anda dapatkan di sejumlah kota besar : Yogyakarta : Diaz Pogung Baru H18A Melayani pembelian online ke seluruh Indonesia. Dapatkan bonus tanda tangan asli Kinwie & sticker asli Musisi.com / Gitaris.com setiap pembelian melalui dealer ini (Diaz) email : neoclassicer(at)yahoo.com Jakarta : BukuMusik.com Plaza Semanggi Lt. 2 Blok C No.2 Jakarta Selatan Surabaya : Wins Disc Jl. Kupang Jaya No.48A Surabaya Medan : Pulsa 99 Jl. Ir. H. Juanda Baru No.8/15 Medan Semarang : Javanoea Music Studio Jl. Puspanjolo Dalam IX / 6 Semarang
|