Yang merupakan parent site dari Gitaris.com! Silakan menikmati fitur yang ada dan ikut berkontribusi dalam komunitas musisi pertama dan terbesar di Indonesia ini.
Bagi kebanyakan orang Indonesia nama John Mayer mungkin lebih dikenal sebagai seorang penyanyi pop yang terkenal dengan lagu hits-nya "your body is a wonderland". Banyak yang tidak mengetahui bahwa selain seorang penyanyi berbakat, Mayer juga merupakan salah satu gitaris dunia handal saat ini terutama untuk aliran blues rock. Majalah Rolling Stones bahkan menasbihkan Mayer sabagai salah satu dari The New Guitar Gods bersama dengan Gitaris Derek Trucks dan John Frusciante. Selain itu Mayer juga turut mengikuti jejak Yngwie Malmsteen, Eric Johnson, Stevie Ray Vaughan dll. sebagai salah satu gitaris yang memiliki type signature oleh perusahaan gitar Fender
John Mayer mulai belajar gitar sejak usia 13 tahun dari pemilik toko musik di sekitar rumahnya. Dua tahun kemudian dia mulai memainkan dan memperdalam musik blues. Musisi-musisi yang menjadi idolanya antara lain adalah Stevie Ray Vaughan, Buddy Guy, Eric Clapton, BB King, dll. Pada usia 19 tahun Mayer diterima di Berklee College of Music yang tekenal banyak melahirkan musisi-musisi handal diantaranya adalah Steve Vai. Perjalanan Mayer menimba Ilmu di Berklee hanya bertahan selama dua semester. Setelah itu Mayer mulai mengejar karirnya di dunia musik.
Album pertamanya adalah "inside wants out" di tahun 1999 yang merupakan album indie. Reputasi Mayer mulai naik hingga akhirnya dia dikontrak oleh mjor label Columbia records dan menelurkan album pertamanya Room for squares dilanjutkan dengan album keduanya Heavier Things. Di awal karirnya di dunia musik Mayer lebih dikenal sebagai penulis lagu dengan genre pop akustik, meninggalkan root-nya di blues. Baru pada tahun 2005 Mayer mulai menjelajahi kembali musik blues dengan side projectnya John Mayer trio bersama dua session player handal Steve Jordan pada drum dan Pino Palladino di Bass. John Mayer trio pun membuat album live yang diberi judul Try!
Pada tahun 2006 Mayer mengeluarkan album ketiganya yang berjudul Cuntinuum yang kental dengan nuansa Blues, kemudian disusul dengan album keempatnya yaitu Battle Studies.
Untuk Style Bermain dari John Mayer mengaku banyak terpengaruh oleh Stevie Ray Vaughan. Meskipun demikian lick-lick blues yang ditampilkan Mayer tidak hanya bernuansa Stevie Ray, tapi sangat bervariasi dikarenakan kegemarannya dalam mempelajari teknik bermain dan lick-lick dari musisi legendaris blues. Diantara keunggulan-keunggulan Mayer dalam memainkan gitar antara lain adalah kelihaiannya serta sensitifitasnya dalam memilih note pada permainan solo gitarnya. Selain itu Mayer juga dikenal musisi genius karena sanggup memainkan lick-lick sulit sambil bernyanyi secara live